Lelaki idaman saya adalah...
Seorang lelaki yang beriman...
Yang hatinya disaluti rasa takqwa kepada Allah...
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam...
Yang sentiasa haus dengan ilmu...
Yang sentiasa dahaga akan pahala...
Yang solatnya adalah maruah dirinya...
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar...
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu...
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah...
Lelaki idaman saya adalah...
Lelaki yang menjaga tuturkatanya...
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya...
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya...
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang...
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang...
Lelaki idaman saya adalah...
Lelaki yang menghormati ibunya...
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga...
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam...
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan...
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat...
Lelaki idaman saya...
Sentiasa bersedia untuk menjadi imam...
Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah...
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara...
Yang menjaga matanya dari berbelanja...
Yang sujud penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasnya...
Lelaki idaman saya...
Tidak pernah membazirkan masa...
Matanya kepenatan kerana penat membaca...
Suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir...
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan...
Bangunnya subuh penuh kecergasan...
Kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan...
Lelaki idaman saya...
Sentiasa mengingati mati...
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat...
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga...
Agar berputik tunas yang bakal menjadi baka yang baik...
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian...
Lelaki idaman saya adalah...
Lelaki yang tidak terpesona dengan buaian dunia...
Kerana dia mengimpikan syurga...
Di situlah rumah idamannya...
Dan dia ingin membawa saya bersama...
Dialah lelaki idaman saya...
Welcome To My SIte....
Tempat aku mencurahkan asa dalam penggalan kata yang semoga saja bermakna...
About Me
- Mytha Pertiwi
- Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
- Terlahir 28 Mei 1990, ketika sinar matahari ada pada bintang Gemini.. Gemini orang yang gesiiitt... Wush wush kaia akuw...hehehhe Gemini punya aura pemikat yang kuat banget... Terbukti sama aku...hmmmmm.. Kadang aku gk bisa kontrol emosi... Memberikan kesan saat melakukan tugasnya bahwa dia mempunyai kepribadian ganda..
Mari Belajar Bersama
Kita diciptakan dengan segenap asa...
Patut kiranya, kita olah apa yang telah kita terima...
Rangkailah apa yang ada dan terlintas dalam anganmu...
Tuliskan apa yang kamu ingin tulis...
Tentang seluruh perasaan yang ada dalam hati dan pikiranmu...
Karena akan menjadi sebuah kepuasan tersendiri...
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Februari 2011
Minggu, 30 Januari 2011
Tangan Cinta
Pernah kurasakan tangan-tangan cinta mengelusku
Dan membuaiku sampai ke puncak cita
Pernah pula kurasakan bunga-bunga indah
Menari-nari dalam kalbuku
Sambil mendendangkan lagu-lagu mimpi
Tapi..............
Pernah pula kurasakan
Jari-jari cinta itu mengoyak dan mengupas merahnya relungku
Membuatku lumpuh dan tersayat
Andai kutahu cinta ini akan menyakitikuku
Dan menghujamkanku sampai ke dasar mimpiku
Takkan pernah kubiarkan hati ini memerah
Takkan pernah kubiarkan hasratku menggapai
Andai aku mempunyai keteguhan
Akan kuikat tarian yang mengikat panggung hatiku ini
Akan kubunuh lagu-lagu mimpi yang meneriakkan anganku
Dan takkan kubiarkan rasa ini meretakkan gelas rapuh hatiku
Dan membuaiku sampai ke puncak cita
Pernah pula kurasakan bunga-bunga indah
Menari-nari dalam kalbuku
Sambil mendendangkan lagu-lagu mimpi
Tapi..............
Pernah pula kurasakan
Jari-jari cinta itu mengoyak dan mengupas merahnya relungku
Membuatku lumpuh dan tersayat
Andai kutahu cinta ini akan menyakitikuku
Dan menghujamkanku sampai ke dasar mimpiku
Takkan pernah kubiarkan hati ini memerah
Takkan pernah kubiarkan hasratku menggapai
Andai aku mempunyai keteguhan
Akan kuikat tarian yang mengikat panggung hatiku ini
Akan kubunuh lagu-lagu mimpi yang meneriakkan anganku
Dan takkan kubiarkan rasa ini meretakkan gelas rapuh hatiku
Sabtu, 29 Januari 2011
Andai kau tahu
Cinta...
Aku merelakan orang yang aku cintai untuk sendiri saat ini...
Tapi ingat bahwa aku akan selalu mencintaimu...
Sayang...
Aku merelakan orang yang aku sayangi untuk sendiri beberapa waktu..
Tapi harus kau tahu bahwa aku akan selalu menyayangimu..
Kasih...
Aku merelakan orang yang aku kasihi untuk sendiri untuk sementara..
Tapi harus kau ingat aku akan selalu mencurahkan kasihku untuk selamanya..
Meskipun kau tak tahu itu..
Walaupun kau tak mampu rasakan itu lagi...
Telah ku lakukan upaya sekuat yang aku mampu, segenap tenaga yang aku miliki, dan sepenuh hati yang tulus hanya untuk mu...
Kini aku hanya bisa pasrah diri...
Tanpa henti do'a ini terucap..
Dan airmata dalam kalbu yang menangis setiap kali teringat akan semuanya..
Teringat akan dirimu kekasih..
Yang kini tak lagi ada di sisi...
Tapi aku tak akan berhenti berharap...
Tak akan pernah berhenti berdo'a..
Dan tak akan berhenti berharap cintamu hadir kembali untukku..
Andai kau tahu..
Aku masih mencintaimu wahai kekasih.........
Aku merelakan orang yang aku cintai untuk sendiri saat ini...
Tapi ingat bahwa aku akan selalu mencintaimu...
Sayang...
Aku merelakan orang yang aku sayangi untuk sendiri beberapa waktu..
Tapi harus kau tahu bahwa aku akan selalu menyayangimu..
Kasih...
Aku merelakan orang yang aku kasihi untuk sendiri untuk sementara..
Tapi harus kau ingat aku akan selalu mencurahkan kasihku untuk selamanya..
Meskipun kau tak tahu itu..
Walaupun kau tak mampu rasakan itu lagi...
Telah ku lakukan upaya sekuat yang aku mampu, segenap tenaga yang aku miliki, dan sepenuh hati yang tulus hanya untuk mu...
Kini aku hanya bisa pasrah diri...
Tanpa henti do'a ini terucap..
Dan airmata dalam kalbu yang menangis setiap kali teringat akan semuanya..
Teringat akan dirimu kekasih..
Yang kini tak lagi ada di sisi...
Tapi aku tak akan berhenti berharap...
Tak akan pernah berhenti berdo'a..
Dan tak akan berhenti berharap cintamu hadir kembali untukku..
Andai kau tahu..
Aku masih mencintaimu wahai kekasih.........
Kamis, 27 Januari 2011
Rinduku
Lama tidak bertemu,
Lama tidak menyapamu,
Lama tidak sms kamu
Tahukah kamu
Kenapa ?
Aku tidak sibuk
Aku punya banyak pulsa
Aku sehat-sehat saja
Tapi aku sengaja tidak menghubungi kamu
Karena aku ingin menabung
Kerinduan
Yang aku petik
Kalau sudah menjadi buah yang lebat memenuhi pohon
Kaluau sudah menjulang seperti gunung,
Kalau sudah luas
Seperti samudra.
Kalau sudah tidak terhingga
Aku ingin rinduku
Selalu kau jaga,
Aku ingin kita bertemu
Dengan kerinduan yang tumpah ruah
Melimpah di setiap sendi
Hidupku.
Aku ingin memujamu
Aku ingin memelukmu
Aku ingin bisikan satu kata padamu :
Aku kangen
Aku kangen sekali
Sangat kangen
Teramat sangat kangen sekali
Sungguh
Alangkah kangennya
Sayangku.
Apakah engkau juga
Merasakan kangen itu ?
Lama tidak menyapamu,
Lama tidak sms kamu
Tahukah kamu
Kenapa ?
Aku tidak sibuk
Aku punya banyak pulsa
Aku sehat-sehat saja
Tapi aku sengaja tidak menghubungi kamu
Karena aku ingin menabung
Kerinduan
Yang aku petik
Kalau sudah menjadi buah yang lebat memenuhi pohon
Kaluau sudah menjulang seperti gunung,
Kalau sudah luas
Seperti samudra.
Kalau sudah tidak terhingga
Aku ingin rinduku
Selalu kau jaga,
Aku ingin kita bertemu
Dengan kerinduan yang tumpah ruah
Melimpah di setiap sendi
Hidupku.
Aku ingin memujamu
Aku ingin memelukmu
Aku ingin bisikan satu kata padamu :
Aku kangen
Aku kangen sekali
Sangat kangen
Teramat sangat kangen sekali
Sungguh
Alangkah kangennya
Sayangku.
Apakah engkau juga
Merasakan kangen itu ?
Tanpa Hadirmu
Terdiam ku duduk sendiri
Sunyi sepi tiada yang menemani
Termenung memikirkan dirimu
Hambar rasanya hatiku
Sikapmu menimbulkan pertanyaan
Sungguh hati ini menjadi bimbang
Seucap kata muncul dari perasaan
Semoga tak menjadi akhir yang menyakitkan
Waktu datang bagaikan ilusi
Sinar harapan datang dihadapan
Seucap kata yang menyentuh hati
Hatiku kembali bersinar terang
Tetapi dirimu kembali dingin kepadaku
Aku hanya dapat terdiam kaku
Memang aku tidak tahu menahu
Tetapi biarkanlah aku membantu
Tetapi perasaanku tetap nekat
Kembali aku berpaling padanya
Dibalasnya dengan hangat
Ku bagai terbang keangkasa
Kehidupan memberiku pelajaran
Kesendirian kadang menyenangkan
Namun terkadang membawa kesedihan
Itulah pahit manisnya kehidupan
Sunyi sepi tiada yang menemani
Termenung memikirkan dirimu
Hambar rasanya hatiku
Sikapmu menimbulkan pertanyaan
Sungguh hati ini menjadi bimbang
Seucap kata muncul dari perasaan
Semoga tak menjadi akhir yang menyakitkan
Waktu datang bagaikan ilusi
Sinar harapan datang dihadapan
Seucap kata yang menyentuh hati
Hatiku kembali bersinar terang
Tetapi dirimu kembali dingin kepadaku
Aku hanya dapat terdiam kaku
Memang aku tidak tahu menahu
Tetapi biarkanlah aku membantu
Tetapi perasaanku tetap nekat
Kembali aku berpaling padanya
Dibalasnya dengan hangat
Ku bagai terbang keangkasa
Kehidupan memberiku pelajaran
Kesendirian kadang menyenangkan
Namun terkadang membawa kesedihan
Itulah pahit manisnya kehidupan
Sepi
Heningnya kalbu begitu hitam memikat
Gundahnya hati menyerang dengan girangnya
Tangan ini berusaha menggapai…….
Semua berpaling dan meninggalkan……..
Rintihan bathin kian mengiris
Tak ada yang peduli……..
Sepi……………..
Sakit………………….
Rasa rasa itu memuncah menghancurkan
Menenggelamkan asa yang kian terpuruk
Kelumpuhan pada seluruh bagian
Otak mulai menumpul
Pekikan girang sang kegelapan menyengat
“Selamat datang wahai para pecundang”
Naluri terkikis perih
Asa perlahan-lahan memudar
Isak tangis merembes
Selamat tinggal dunia………
Gundahnya hati menyerang dengan girangnya
Tangan ini berusaha menggapai…….
Semua berpaling dan meninggalkan……..
Rintihan bathin kian mengiris
Tak ada yang peduli……..
Sepi……………..
Sakit………………….
Rasa rasa itu memuncah menghancurkan
Menenggelamkan asa yang kian terpuruk
Kelumpuhan pada seluruh bagian
Otak mulai menumpul
Pekikan girang sang kegelapan menyengat
“Selamat datang wahai para pecundang”
Naluri terkikis perih
Asa perlahan-lahan memudar
Isak tangis merembes
Selamat tinggal dunia………
Malam ini…
Berdiri aku di bawah langit malam..
Ku tatap hamparan langit yang begitu indah
Kupandangi ciptaan Tuhan itu dengan penuh ketakjuban
Dan…
Aku bertambah takjub!!!
Ketika kuperhatikan…
Ternyata tidak kudapati bulan dan bintang di sana
Tetapi yang kudapati hanyalah…
Bayangan wajahmu…
Parasmu yang elok mempesona
Senyummu tersungging malu…
Tatapan matamu begitu menggodaku…
Aku tak kuasa menatap pancaran sinar wajahmu
Aku tak mampu melukiskan senyummu itu..
Aku hanya bisa terpaku
Menikmati keindahan ciptaan Tuhan
Yang mewujud pada dirimu
Sayang…
Ternyata baru kusadari…
Di dunia ini
Di jagat raya ini
Ada yang lebih indah dari bulan
Ada yang lebih menakjubkan dari bintang-gemintang
Apakah kamu tahu?
Siapa dia gerangan?
Ya, itu adalah kamu!
Sekali lagi, itu adalah kamu!
Ciptaan Tuhan yang begitu menakjubkan
Yang baru pertama kali aku jumpai sepanjang hidupku
Hanya untaian syukur yang terucap
Pada Tuhan Yang Maha Pencipta
Tuhan Yang Maha Indah
Yang telah menciptakan keindahan-Nya
Dan dianugerahkan kepadaku
Kamulah ciptaan itu
Kamulah keindahan itu
Sayang…
Aku begitu bahagia dengan hadirmu dalam hidupku
Aku berjanji tuk menjagamu, sampai akhir hayatku
Berdiri aku di bawah langit malam..
Ku tatap hamparan langit yang begitu indah
Kupandangi ciptaan Tuhan itu dengan penuh ketakjuban
Dan…
Aku bertambah takjub!!!
Ketika kuperhatikan…
Ternyata tidak kudapati bulan dan bintang di sana
Tetapi yang kudapati hanyalah…
Bayangan wajahmu…
Parasmu yang elok mempesona
Senyummu tersungging malu…
Tatapan matamu begitu menggodaku…
Aku tak kuasa menatap pancaran sinar wajahmu
Aku tak mampu melukiskan senyummu itu..
Aku hanya bisa terpaku
Menikmati keindahan ciptaan Tuhan
Yang mewujud pada dirimu
Sayang…
Ternyata baru kusadari…
Di dunia ini
Di jagat raya ini
Ada yang lebih indah dari bulan
Ada yang lebih menakjubkan dari bintang-gemintang
Apakah kamu tahu?
Siapa dia gerangan?
Ya, itu adalah kamu!
Sekali lagi, itu adalah kamu!
Ciptaan Tuhan yang begitu menakjubkan
Yang baru pertama kali aku jumpai sepanjang hidupku
Hanya untaian syukur yang terucap
Pada Tuhan Yang Maha Pencipta
Tuhan Yang Maha Indah
Yang telah menciptakan keindahan-Nya
Dan dianugerahkan kepadaku
Kamulah ciptaan itu
Kamulah keindahan itu
Sayang…
Aku begitu bahagia dengan hadirmu dalam hidupku
Aku berjanji tuk menjagamu, sampai akhir hayatku
Kau Dihatiku
Pertama kali melihat wajahmu
Senyummu terpancar laksana pelangi yang indah
Matamu seakan membiaskan
Sebuah cahaya dari dalam hatimu
Kau beri aku perhatianmu
Kau beri aku kasih sayang darimu
Kau belah jiwaku dalam ragaku ini
Seakan kau hanya yang ada dalam hatiku
Ijinkan aku mencintaimu
S’kali ini saja dalam hidupku
Ijinkan aku masuk ke hatimu
S’kali ini saja dalam ruang waktu
Dari kejauhan pun kurasakan ada detakan jantungmu
Mengalun, menyanyi indah dalam dada
Berharap sesuatu,
Sesuatu yang pasti tentang cinta
Cinta adalah anugrah yang terindah
Cinta adalah titipan dari sebagian rasa kasih sayang
Cinta adalah kekuatan
Kekuatan yang dapat menyatukan langit dan bumi
Senyummu terpancar laksana pelangi yang indah
Matamu seakan membiaskan
Sebuah cahaya dari dalam hatimu
Kau beri aku perhatianmu
Kau beri aku kasih sayang darimu
Kau belah jiwaku dalam ragaku ini
Seakan kau hanya yang ada dalam hatiku
Ijinkan aku mencintaimu
S’kali ini saja dalam hidupku
Ijinkan aku masuk ke hatimu
S’kali ini saja dalam ruang waktu
Dari kejauhan pun kurasakan ada detakan jantungmu
Mengalun, menyanyi indah dalam dada
Berharap sesuatu,
Sesuatu yang pasti tentang cinta
Cinta adalah anugrah yang terindah
Cinta adalah titipan dari sebagian rasa kasih sayang
Cinta adalah kekuatan
Kekuatan yang dapat menyatukan langit dan bumi
Menunggu Untuk Kembali Bersamamu
Kau adalah air mata, yang mengalir dalam hatiku yang sepi
Begitu murni, tulus dan suci membasahi mataku yang mulai layu
Kau adalah waktu, yang kuhabiskan untuk memimpikanmu
Begitu singkat namun sangatlah berarti
Kau adalah darah, yang mengalir dalam urat nadiku
Memberikan arti kehidupan yang aku jalani
Seandainya saja sang waktu memihak pada kita
Seandainya saja masa tak berpaling dari kita
Jika saja ruang tak menjauh dan menyekat raga kita
Pasti kita masih tetap bersama
Mengapa kau pergi sendiri?
Tanpa sebuah isyarat yang pasti
Tinggalkanku bersama seluruh cintamu
Mengapa tak kau ajak aku?
Karena aku masih ingin terus bersamamu
Melintasi tiap ruas jalanan ini
Aku kehilanganmu bersama seluruh nafasku
Aku kehilanganmu bersama segenap hatiku
Aku kehilanganmu bersama semua bahagiaku
Dan aku kehilanganmu disisa hidupku
Rasanya… aku tak lagi mampu bernafas
Sepertinya hatiku tak lagi bergetar
Aku ingin bersamamu
Meskipun di dunia yang berbeda
Meski harus ditempat yang tak seindah dunia
Asalkan aku tetap menjadi tulang rusukmu
Yakinkan aku bahwa…
Kau tetap akan selalu menghampiriku
Melalui rindu yang membalut jiwaku
Dan melalui waktu yang mengikat kenangan kita
Agar aku selalu tenang menatap kenanganmu
Dan selalu bahagia tanpa dirimu...
Begitu murni, tulus dan suci membasahi mataku yang mulai layu
Kau adalah waktu, yang kuhabiskan untuk memimpikanmu
Begitu singkat namun sangatlah berarti
Kau adalah darah, yang mengalir dalam urat nadiku
Memberikan arti kehidupan yang aku jalani
Seandainya saja sang waktu memihak pada kita
Seandainya saja masa tak berpaling dari kita
Jika saja ruang tak menjauh dan menyekat raga kita
Pasti kita masih tetap bersama
Mengapa kau pergi sendiri?
Tanpa sebuah isyarat yang pasti
Tinggalkanku bersama seluruh cintamu
Mengapa tak kau ajak aku?
Karena aku masih ingin terus bersamamu
Melintasi tiap ruas jalanan ini
Aku kehilanganmu bersama seluruh nafasku
Aku kehilanganmu bersama segenap hatiku
Aku kehilanganmu bersama semua bahagiaku
Dan aku kehilanganmu disisa hidupku
Rasanya… aku tak lagi mampu bernafas
Sepertinya hatiku tak lagi bergetar
Aku ingin bersamamu
Meskipun di dunia yang berbeda
Meski harus ditempat yang tak seindah dunia
Asalkan aku tetap menjadi tulang rusukmu
Yakinkan aku bahwa…
Kau tetap akan selalu menghampiriku
Melalui rindu yang membalut jiwaku
Dan melalui waktu yang mengikat kenangan kita
Agar aku selalu tenang menatap kenanganmu
Dan selalu bahagia tanpa dirimu...
Kehilangan Cinta
Setiap malam datang
Aku selalu merasa kehilangan
Dirimu yang selalu kukenang
Senyumanmu kini hanya tinggal angan
Cinta yang dulu kau berikan
Sekarang tinggal kenangan
Tapi…….lembut sentuhanmu tetap kurasakan
Langkah kakiku terasa hampa
Saat kau tak ada
Ku tak tahu harus kemana kulangkahkan kakiku
Keceriaan yang dulu ada
Kini berganti dengan kesedihan yang mendalam
Kasih…..masihkah kau mencintaiku???
Aku selalu merasa kehilangan
Dirimu yang selalu kukenang
Senyumanmu kini hanya tinggal angan
Cinta yang dulu kau berikan
Sekarang tinggal kenangan
Tapi…….lembut sentuhanmu tetap kurasakan
Langkah kakiku terasa hampa
Saat kau tak ada
Ku tak tahu harus kemana kulangkahkan kakiku
Keceriaan yang dulu ada
Kini berganti dengan kesedihan yang mendalam
Kasih…..masihkah kau mencintaiku???
Tentang Hatiku
Mencintainya tuk melupakanmu
Kita tak bisa terus begini
Menyesali kejadian yang sudah terjadi
Tak mungkin ku melupakan semuanya
Namun ku tak mampu kembali kesana seperti dulu
Aku sangat mencintaimu
Tak ingin ku melepaskan mu
Apa aku sanggup tuk berpisah darimu?
Rasanya sungguh tak mungkin
Kutak bisa mencintai orang lain
Karena aku tak sanggup melupakanmu
Kutak ingin menyakiti orang lain lebih dalam lagi
Tak ingin ku berpura-pura jatuh cinta pada orang lain
Yang ku ingin hanya engkau seorang
Tapi ku tak mau menatap yang sudah terjadi
Apa aku akan bertahan tanpamu
Tapi ku tetap tak bisa mencintai orang lain tuk melupakanmu
Kita tak bisa terus begini
Menyesali kejadian yang sudah terjadi
Tak mungkin ku melupakan semuanya
Namun ku tak mampu kembali kesana seperti dulu
Aku sangat mencintaimu
Tak ingin ku melepaskan mu
Apa aku sanggup tuk berpisah darimu?
Rasanya sungguh tak mungkin
Kutak bisa mencintai orang lain
Karena aku tak sanggup melupakanmu
Kutak ingin menyakiti orang lain lebih dalam lagi
Tak ingin ku berpura-pura jatuh cinta pada orang lain
Yang ku ingin hanya engkau seorang
Tapi ku tak mau menatap yang sudah terjadi
Apa aku akan bertahan tanpamu
Tapi ku tetap tak bisa mencintai orang lain tuk melupakanmu
Kembali Padaku
Untukmu yang entah ada di mana kini..
Dengarlah suara hatiku merintih
Memanggilmu.. menyebut namamu..
Berharap kau kembali padaku
Kehilanganmu yang ku cinta
Terlalu berat ku terima kenyataan ini
Aku tak sanggup lagi..
Ku ingin engkau kembali padaku
Meski harus ku lakukan
Pengorbanan terbesar dalam hidupku
Akan ku lakukan
Dengan satu keinginan.. kau kembali padaku
Telah pupus harapanku
Agar kau kembali padaku
Setengah jiwaku hancur
Hidupku pun kian pasrah
Saat ku tau kau belum juga kembali padaku..
Dan kering sudah air mataku
Menangisi kepergianmu, yang tak juga pulang
Tuhan..
Tunjukkan keajaiban-Mu
Ku mohon karunia-Mu
Hanyalah Engkau yang tau di mana dia
Sampaikan padanya rindu yang membara
Bawa dia kembali padaku
Harus bagaimana lagi?
Apa yang harus ku lakukan?
Ku ingin dia kembali..
Tak cukup beratkah pengorbananku
Haruskah ku cabut nyawaku sendiri
Untuk membawanya kembali padaku
Ku mencintaimu
Tak ingin kehilanganmu
Tak mampu hidup tanpamu
Kembalilah padaku dalam pelukku..
Dengarlah suara hatiku merintih
Memanggilmu.. menyebut namamu..
Berharap kau kembali padaku
Kehilanganmu yang ku cinta
Terlalu berat ku terima kenyataan ini
Aku tak sanggup lagi..
Ku ingin engkau kembali padaku
Meski harus ku lakukan
Pengorbanan terbesar dalam hidupku
Akan ku lakukan
Dengan satu keinginan.. kau kembali padaku
Telah pupus harapanku
Agar kau kembali padaku
Setengah jiwaku hancur
Hidupku pun kian pasrah
Saat ku tau kau belum juga kembali padaku..
Dan kering sudah air mataku
Menangisi kepergianmu, yang tak juga pulang
Tuhan..
Tunjukkan keajaiban-Mu
Ku mohon karunia-Mu
Hanyalah Engkau yang tau di mana dia
Sampaikan padanya rindu yang membara
Bawa dia kembali padaku
Harus bagaimana lagi?
Apa yang harus ku lakukan?
Ku ingin dia kembali..
Tak cukup beratkah pengorbananku
Haruskah ku cabut nyawaku sendiri
Untuk membawanya kembali padaku
Ku mencintaimu
Tak ingin kehilanganmu
Tak mampu hidup tanpamu
Kembalilah padaku dalam pelukku..
Sungguh Aku Sangat Mencintaimu..
Aku mencintaimu dengan hatiku yang masih tak henti berharap...
Aku menyayangimu dengan hati yang tak henti berdoa..
Aku menunggumu dengan hati yang tak pernah lelah..
Aku menginginkanmu dengan hati yang tak pernah padam..
Aku berharap kau masih mencintaiku...
Aku berdoa kau akan mau menerimaku kembali..
Aku meminta agar Tuhan mempersatukan kita kembali...
Sungguh adalah doa ku saat ini...
Sungguh adalah harap ku saat ini...
Sungguh adalah ingin ku saat ini...
Sungguh aku ingin itu terkabul menjadi nyata dan bahagia..
Aku hanya ingin bersama mu...
Saat ini, nanti, besok, lusa, sampai yang akan datang, bahkan selamanya...
Aku masih sangat mencintaimu wahai kekasih...
Tak akan ku ulangi sekali pun dosa yang telah aku perbuat..
Aku berjanji...
Aku bersumpah...
Terima aku kembali di sisimu...
Mengobati sakit yang telah aku lakukan...
Akan ku rawat dengan sebaik mungkin..
Akan ku jaga, benar benar ku jaga..
Hingga tak akan ada lagi luka itu...
Hingga tak akan ku biarkan kau tersakiti, menangis dan bersedih, bahkan untuk kecewa...
Aku berjanji...
Aku bersumpah...
Akan menjaga sikapku..
Akan menjaga hatimu...
Akan menjaga perasaanmu..
Beri kesempatan itu..
Beri aku kesempatan untukku buktikan semua itu....
Untuk buktikan semua janjiku..
Sungguh aku sangat mencintaimu..
Aku menyayangimu dengan hati yang tak henti berdoa..
Aku menunggumu dengan hati yang tak pernah lelah..
Aku menginginkanmu dengan hati yang tak pernah padam..
Aku berharap kau masih mencintaiku...
Aku berdoa kau akan mau menerimaku kembali..
Aku meminta agar Tuhan mempersatukan kita kembali...
Sungguh adalah doa ku saat ini...
Sungguh adalah harap ku saat ini...
Sungguh adalah ingin ku saat ini...
Sungguh aku ingin itu terkabul menjadi nyata dan bahagia..
Aku hanya ingin bersama mu...
Saat ini, nanti, besok, lusa, sampai yang akan datang, bahkan selamanya...
Aku masih sangat mencintaimu wahai kekasih...
Tak akan ku ulangi sekali pun dosa yang telah aku perbuat..
Aku berjanji...
Aku bersumpah...
Terima aku kembali di sisimu...
Mengobati sakit yang telah aku lakukan...
Akan ku rawat dengan sebaik mungkin..
Akan ku jaga, benar benar ku jaga..
Hingga tak akan ada lagi luka itu...
Hingga tak akan ku biarkan kau tersakiti, menangis dan bersedih, bahkan untuk kecewa...
Aku berjanji...
Aku bersumpah...
Akan menjaga sikapku..
Akan menjaga hatimu...
Akan menjaga perasaanmu..
Beri kesempatan itu..
Beri aku kesempatan untukku buktikan semua itu....
Untuk buktikan semua janjiku..
Sungguh aku sangat mencintaimu..
Labuan Rindu
Disini, masih kutemui rindu..
Berserak dipinggir pantai berdebu..
Kering tak terjamah banyu..
Hembusan angin mengiris perih..
Membawanya jauh keujung sana..
Disini, masih kutemui rindu..
Rinduku yang tak pernah layu..
Namun hampa bak buih yang terhampar..
Bergelak menjejal memar..
Menghempas lepas merias bingar..
Labuan Qalbu nan kian harapkan binar..
Habiskan bulir mengalir berkejar..
Sisakan nanar..
Dipipi yang menebal memar..
Disini, masih kutemui rindu..
Rindu yang kutau tak pernah pilu..
Namun terasa kian semu..
Disini, di labuan rindu kuterpaku..
Menyeru deru..
Hempaskan rindu, menerjang batu..
Batu yang tak tau arti sembilu..
Tak kenal badai, tepiskan gelombang..
Disini, kutemui rindu..
Menyeringai memekik lengking..
Menyeret langkah berpasir kering..
Disini, kutatap rindu..
Merintih lirih nan kian perih..
Mengisi palung – palung sunyi..
Yang kini sunyinya tak lagi dalih..
Sejati kasihku bukanlah buih..
Namun benih yang ingin kutanam..
Demi satu tujuan..
Pengabdian yang kurindukan..
Berserak dipinggir pantai berdebu..
Kering tak terjamah banyu..
Hembusan angin mengiris perih..
Membawanya jauh keujung sana..
Disini, masih kutemui rindu..
Rinduku yang tak pernah layu..
Namun hampa bak buih yang terhampar..
Bergelak menjejal memar..
Menghempas lepas merias bingar..
Labuan Qalbu nan kian harapkan binar..
Habiskan bulir mengalir berkejar..
Sisakan nanar..
Dipipi yang menebal memar..
Disini, masih kutemui rindu..
Rindu yang kutau tak pernah pilu..
Namun terasa kian semu..
Disini, di labuan rindu kuterpaku..
Menyeru deru..
Hempaskan rindu, menerjang batu..
Batu yang tak tau arti sembilu..
Tak kenal badai, tepiskan gelombang..
Disini, kutemui rindu..
Menyeringai memekik lengking..
Menyeret langkah berpasir kering..
Disini, kutatap rindu..
Merintih lirih nan kian perih..
Mengisi palung – palung sunyi..
Yang kini sunyinya tak lagi dalih..
Sejati kasihku bukanlah buih..
Namun benih yang ingin kutanam..
Demi satu tujuan..
Pengabdian yang kurindukan..
Tabir Kesunyian
Kesedihan hati menyelimuti tabir kesunyian
Dinding-dinding yang retak kembali terkuak
Butir-butir kepedihan menambah beban ini
Satu lagi hadir mengisi kegundahan diri
Terbersit rasa sesal…gundah…
Berdosa kah????
Haruskah ada lagi yg tersakiti???
Semakin panjang dosa mengantri di buku ini
Apakah salahku,
Semua ini bukan kemauanku,
Semua ini bukan rekayasa ku,
Aku tak ingin menyalahkan siapa pun
Ini semua hanyalah cobaan dari-Nya
Ku ingin menerima kenyataan ini..
Ku mau tak ada sesal dihati ini ..
Ku mencobanya sekuat jiwa berharap..
Namun, aku hanyalah mahluk lemah ..
Kabut masih saja menyelimuti ..
Mentari pun tak kuasa merubahnya ..
Tapi ada secercah cahaya disana ..
Menggeliat melawan kepenatan yang hitam..
Dinding-dinding yang retak kembali terkuak
Butir-butir kepedihan menambah beban ini
Satu lagi hadir mengisi kegundahan diri
Terbersit rasa sesal…gundah…
Berdosa kah????
Haruskah ada lagi yg tersakiti???
Semakin panjang dosa mengantri di buku ini
Apakah salahku,
Semua ini bukan kemauanku,
Semua ini bukan rekayasa ku,
Aku tak ingin menyalahkan siapa pun
Ini semua hanyalah cobaan dari-Nya
Ku ingin menerima kenyataan ini..
Ku mau tak ada sesal dihati ini ..
Ku mencobanya sekuat jiwa berharap..
Namun, aku hanyalah mahluk lemah ..
Kabut masih saja menyelimuti ..
Mentari pun tak kuasa merubahnya ..
Tapi ada secercah cahaya disana ..
Menggeliat melawan kepenatan yang hitam..
Selasa, 25 Januari 2011
Ini Yang Terbaik
Bintang yang ku tunjuk..
Cahayanya perlahan berubah kelam..
Hancur jatuh berantakan..
Padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya..
Taman langit seolah suram..
Petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,..
Bintang hati telah lebur terganti..
Namun tiada arti..
Sajak ku suram tak ada setitik terang..
Mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu..
Purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata..
“ini yang terbaik” bisikmu
Daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta..
Malam merapat pulang..
Di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam...
Cahayanya perlahan berubah kelam..
Hancur jatuh berantakan..
Padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya..
Taman langit seolah suram..
Petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,..
Bintang hati telah lebur terganti..
Namun tiada arti..
Sajak ku suram tak ada setitik terang..
Mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu..
Purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata..
“ini yang terbaik” bisikmu
Daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta..
Malam merapat pulang..
Di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam...
Maaf
Sebuah rencana sudah aku susun
Kupelajari dan kumainkan sekenario
Lirik, sajak, puisi terangkai sudah
Tertuang dlam goresan pena,
Terucap dalam untaian kata
Tersirat dalam ketulusan hati
Hanya berharap sebuah arti pengampunan
Masihkah ada yang kurang?
Cara lama sudah kujalankan
Sapa dan ayunan tangan coba aku tawarkan
Ribuan ma’af telah ku ucapkan
Penuh ketulusan dan penyesalan
Tapi kau semakin menjauh dan seolah muak
Jangankan memberi waktu untuk penjelasan
Manatap wajahku saja engkau enggan
Sebesar itukah kau membenciku…..
Tak adakah celah dan ruang lagi untukku.
Andai kamu bukan manusia
Harus dengan cara apa lagi aku lakukan
Kata apa yang bisa aku sampaikan
Hanya untuk mendapatan perhatianmu
Seakan harga yang tak mungkin bisa aku bayar
Seperti jalan yang tak dapat aku lewati
Bagai gunung yang tak mungkin kudaki
Separah itu kah rasa sakit olehku…..
Kamu tetap dengan gayamu
Inikah sekadar sikap atau memang ini sifatmu
Bertahan dengan keangkuhan atau sekedar sikap menghindar
Tak menganggapku ada
Seakan aku tak berarti
Apa ada yang salah dengan caraku……
Kupelajari dan kumainkan sekenario
Lirik, sajak, puisi terangkai sudah
Tertuang dlam goresan pena,
Terucap dalam untaian kata
Tersirat dalam ketulusan hati
Hanya berharap sebuah arti pengampunan
Masihkah ada yang kurang?
Cara lama sudah kujalankan
Sapa dan ayunan tangan coba aku tawarkan
Ribuan ma’af telah ku ucapkan
Penuh ketulusan dan penyesalan
Tapi kau semakin menjauh dan seolah muak
Jangankan memberi waktu untuk penjelasan
Manatap wajahku saja engkau enggan
Sebesar itukah kau membenciku…..
Tak adakah celah dan ruang lagi untukku.
Andai kamu bukan manusia
Harus dengan cara apa lagi aku lakukan
Kata apa yang bisa aku sampaikan
Hanya untuk mendapatan perhatianmu
Seakan harga yang tak mungkin bisa aku bayar
Seperti jalan yang tak dapat aku lewati
Bagai gunung yang tak mungkin kudaki
Separah itu kah rasa sakit olehku…..
Kamu tetap dengan gayamu
Inikah sekadar sikap atau memang ini sifatmu
Bertahan dengan keangkuhan atau sekedar sikap menghindar
Tak menganggapku ada
Seakan aku tak berarti
Apa ada yang salah dengan caraku……
Dia Jodohku
Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku,
Dekatkanlah...
Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah....
Jika dia tidak berjodoh denganku,
Maka jadikanlah kami jodoh...
Kalau dia bukan jodohku,
Jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku...
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,
Jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,
Biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku...
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
Jodohkanlah kami kembali...
Kalau dia jodoh orang lain,
Putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku....
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
Biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali dia denganku...
Amin...
Dalam Gundah
Kesedihan hati menyelimuti tabir kesunyian
Dinding-dinding yg retak kembali terkuak
Butir-butir kepedihan menambah beban ini
Satu lagi hadir mengisi kegundahan diri
Terbersit rasa sesal…gundah…
Berdosakah????
Haruskah ada lagi yg tersakiti???
Semakin panjang dosa mengantri dibuku ini
Apakah salahku,
Semua ini bukan kemauanku,
Semua ini bukan rekayasaku,
Aku tak ingin menyalahkan siapa pun
Ini semua hanyalah cobaan dari-Nya
Ku ingin menerima kenyataan ini
Ku mau tak ada sesal dihati ini
Ku mencobanya sekuat jiwa berharap
Namun, aku hanyalah mahluk lemah
Kabut masih saja menyelimuti
Mentari pun tak kuasa merubahnya
Tapi ada secercah cahaya disana
Menggeliat melawan kepenatan yang hitam
Dinding-dinding yg retak kembali terkuak
Butir-butir kepedihan menambah beban ini
Satu lagi hadir mengisi kegundahan diri
Terbersit rasa sesal…gundah…
Berdosakah????
Haruskah ada lagi yg tersakiti???
Semakin panjang dosa mengantri dibuku ini
Apakah salahku,
Semua ini bukan kemauanku,
Semua ini bukan rekayasaku,
Aku tak ingin menyalahkan siapa pun
Ini semua hanyalah cobaan dari-Nya
Ku ingin menerima kenyataan ini
Ku mau tak ada sesal dihati ini
Ku mencobanya sekuat jiwa berharap
Namun, aku hanyalah mahluk lemah
Kabut masih saja menyelimuti
Mentari pun tak kuasa merubahnya
Tapi ada secercah cahaya disana
Menggeliat melawan kepenatan yang hitam
Sabtu, 22 Januari 2011
Rindu Akan Hadirmu
Wahai mentari
Masihkah ada dia yang merindukanku
Dalam laju waktu yang mengalir mengalun lembut
Tatkala kelopak mata menyapa isi dunia
Bukan dalam senyap malam
Tapi dalam hiruk pikuk riuh celoteh embun pagi
Wahai sang surya
Masihkan ada dia yang mengingatku
Dalam derap langkah yang memutarimu
Bukan dalam sepi
Tapi dalam jutaan lelah fikir yang berkelebat disudut - sudut otak
Tatkala tumpukan sampah masalah menjejali ruang dan waktu
Wahai matahari
Masihkah ada dia yang menjadikanku api yang kobarkan semangat dan gelora
Tatkala adaku tak mengusik lembar lembar hidup
Tatkala mengenangku memberinya ruang tak berbatas
Wahai senja
Masihkah ada dia yang hangat senyumnya persembahkan untukku
Malam ribuan tawa yang diberai kepelosok semestamu
Tatkala kenangan tentangku mampu melenyapkan letih yang menusuk relung hati
Wahai malam
Adakah dia di ujung sana yang adaku tentramkan tutup waktu
Tatkala dering suaraku lepaskan diri dari penat
Tatkala memimpikanku lelapkan tidurnya dalam kelumit senyum damai
Hingga sang mentari menjemput dipagi hari
Masihkah ada dia yang merindukanku
Dalam laju waktu yang mengalir mengalun lembut
Tatkala kelopak mata menyapa isi dunia
Bukan dalam senyap malam
Tapi dalam hiruk pikuk riuh celoteh embun pagi
Wahai sang surya
Masihkan ada dia yang mengingatku
Dalam derap langkah yang memutarimu
Bukan dalam sepi
Tapi dalam jutaan lelah fikir yang berkelebat disudut - sudut otak
Tatkala tumpukan sampah masalah menjejali ruang dan waktu
Wahai matahari
Masihkah ada dia yang menjadikanku api yang kobarkan semangat dan gelora
Tatkala adaku tak mengusik lembar lembar hidup
Tatkala mengenangku memberinya ruang tak berbatas
Wahai senja
Masihkah ada dia yang hangat senyumnya persembahkan untukku
Malam ribuan tawa yang diberai kepelosok semestamu
Tatkala kenangan tentangku mampu melenyapkan letih yang menusuk relung hati
Wahai malam
Adakah dia di ujung sana yang adaku tentramkan tutup waktu
Tatkala dering suaraku lepaskan diri dari penat
Tatkala memimpikanku lelapkan tidurnya dalam kelumit senyum damai
Hingga sang mentari menjemput dipagi hari
Langganan:
Postingan (Atom)