You have touched so many time
Provides bright colors in my life
White black pink blend
You give me all the flavor that I love
Nothing ever could I forget
You hug me in laughter
You kissed me with all your taste
Sometimes you tears
I kissed you with love
Embrace you tenderly
And your smile blossomed even
You and me
We were both happy
I thought it was forever
But nothing is eternal in the world
Here I carve you imagine that ever existed
I sketch your face with the remaining breath
Restore me to the memories of our
You're my soulmate
I can not live without you
No power I looked at the sky up there
Your face is everywhere
Your laughter laughter echoed across the universe
Where are you .........
Come
Look at me
Embedded in our memories about
Welcome To My SIte....
Tempat aku mencurahkan asa dalam penggalan kata yang semoga saja bermakna...
About Me
- Mytha Pertiwi
- Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
- Terlahir 28 Mei 1990, ketika sinar matahari ada pada bintang Gemini.. Gemini orang yang gesiiitt... Wush wush kaia akuw...hehehhe Gemini punya aura pemikat yang kuat banget... Terbukti sama aku...hmmmmm.. Kadang aku gk bisa kontrol emosi... Memberikan kesan saat melakukan tugasnya bahwa dia mempunyai kepribadian ganda..
Mari Belajar Bersama
Kita diciptakan dengan segenap asa...
Patut kiranya, kita olah apa yang telah kita terima...
Rangkailah apa yang ada dan terlintas dalam anganmu...
Tuliskan apa yang kamu ingin tulis...
Tentang seluruh perasaan yang ada dalam hati dan pikiranmu...
Karena akan menjadi sebuah kepuasan tersendiri...
Rabu, 26 Januari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Ini Yang Terbaik
Bintang yang ku tunjuk..
Cahayanya perlahan berubah kelam..
Hancur jatuh berantakan..
Padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya..
Taman langit seolah suram..
Petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,..
Bintang hati telah lebur terganti..
Namun tiada arti..
Sajak ku suram tak ada setitik terang..
Mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu..
Purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata..
“ini yang terbaik” bisikmu
Daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta..
Malam merapat pulang..
Di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam...
Cahayanya perlahan berubah kelam..
Hancur jatuh berantakan..
Padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya..
Taman langit seolah suram..
Petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,..
Bintang hati telah lebur terganti..
Namun tiada arti..
Sajak ku suram tak ada setitik terang..
Mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu..
Purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata..
“ini yang terbaik” bisikmu
Daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta..
Malam merapat pulang..
Di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam...
Maaf
Sebuah rencana sudah aku susun
Kupelajari dan kumainkan sekenario
Lirik, sajak, puisi terangkai sudah
Tertuang dlam goresan pena,
Terucap dalam untaian kata
Tersirat dalam ketulusan hati
Hanya berharap sebuah arti pengampunan
Masihkah ada yang kurang?
Cara lama sudah kujalankan
Sapa dan ayunan tangan coba aku tawarkan
Ribuan ma’af telah ku ucapkan
Penuh ketulusan dan penyesalan
Tapi kau semakin menjauh dan seolah muak
Jangankan memberi waktu untuk penjelasan
Manatap wajahku saja engkau enggan
Sebesar itukah kau membenciku…..
Tak adakah celah dan ruang lagi untukku.
Andai kamu bukan manusia
Harus dengan cara apa lagi aku lakukan
Kata apa yang bisa aku sampaikan
Hanya untuk mendapatan perhatianmu
Seakan harga yang tak mungkin bisa aku bayar
Seperti jalan yang tak dapat aku lewati
Bagai gunung yang tak mungkin kudaki
Separah itu kah rasa sakit olehku…..
Kamu tetap dengan gayamu
Inikah sekadar sikap atau memang ini sifatmu
Bertahan dengan keangkuhan atau sekedar sikap menghindar
Tak menganggapku ada
Seakan aku tak berarti
Apa ada yang salah dengan caraku……
Kupelajari dan kumainkan sekenario
Lirik, sajak, puisi terangkai sudah
Tertuang dlam goresan pena,
Terucap dalam untaian kata
Tersirat dalam ketulusan hati
Hanya berharap sebuah arti pengampunan
Masihkah ada yang kurang?
Cara lama sudah kujalankan
Sapa dan ayunan tangan coba aku tawarkan
Ribuan ma’af telah ku ucapkan
Penuh ketulusan dan penyesalan
Tapi kau semakin menjauh dan seolah muak
Jangankan memberi waktu untuk penjelasan
Manatap wajahku saja engkau enggan
Sebesar itukah kau membenciku…..
Tak adakah celah dan ruang lagi untukku.
Andai kamu bukan manusia
Harus dengan cara apa lagi aku lakukan
Kata apa yang bisa aku sampaikan
Hanya untuk mendapatan perhatianmu
Seakan harga yang tak mungkin bisa aku bayar
Seperti jalan yang tak dapat aku lewati
Bagai gunung yang tak mungkin kudaki
Separah itu kah rasa sakit olehku…..
Kamu tetap dengan gayamu
Inikah sekadar sikap atau memang ini sifatmu
Bertahan dengan keangkuhan atau sekedar sikap menghindar
Tak menganggapku ada
Seakan aku tak berarti
Apa ada yang salah dengan caraku……
Dia Jodohku
Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku,
Dekatkanlah...
Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah....
Jika dia tidak berjodoh denganku,
Maka jadikanlah kami jodoh...
Kalau dia bukan jodohku,
Jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku...
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,
Jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,
Biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku...
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
Jodohkanlah kami kembali...
Kalau dia jodoh orang lain,
Putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku....
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
Biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali dia denganku...
Amin...
Dalam Gundah
Kesedihan hati menyelimuti tabir kesunyian
Dinding-dinding yg retak kembali terkuak
Butir-butir kepedihan menambah beban ini
Satu lagi hadir mengisi kegundahan diri
Terbersit rasa sesal…gundah…
Berdosakah????
Haruskah ada lagi yg tersakiti???
Semakin panjang dosa mengantri dibuku ini
Apakah salahku,
Semua ini bukan kemauanku,
Semua ini bukan rekayasaku,
Aku tak ingin menyalahkan siapa pun
Ini semua hanyalah cobaan dari-Nya
Ku ingin menerima kenyataan ini
Ku mau tak ada sesal dihati ini
Ku mencobanya sekuat jiwa berharap
Namun, aku hanyalah mahluk lemah
Kabut masih saja menyelimuti
Mentari pun tak kuasa merubahnya
Tapi ada secercah cahaya disana
Menggeliat melawan kepenatan yang hitam
Dinding-dinding yg retak kembali terkuak
Butir-butir kepedihan menambah beban ini
Satu lagi hadir mengisi kegundahan diri
Terbersit rasa sesal…gundah…
Berdosakah????
Haruskah ada lagi yg tersakiti???
Semakin panjang dosa mengantri dibuku ini
Apakah salahku,
Semua ini bukan kemauanku,
Semua ini bukan rekayasaku,
Aku tak ingin menyalahkan siapa pun
Ini semua hanyalah cobaan dari-Nya
Ku ingin menerima kenyataan ini
Ku mau tak ada sesal dihati ini
Ku mencobanya sekuat jiwa berharap
Namun, aku hanyalah mahluk lemah
Kabut masih saja menyelimuti
Mentari pun tak kuasa merubahnya
Tapi ada secercah cahaya disana
Menggeliat melawan kepenatan yang hitam
Sabtu, 22 Januari 2011
Rindu Akan Hadirmu
Wahai mentari
Masihkah ada dia yang merindukanku
Dalam laju waktu yang mengalir mengalun lembut
Tatkala kelopak mata menyapa isi dunia
Bukan dalam senyap malam
Tapi dalam hiruk pikuk riuh celoteh embun pagi
Wahai sang surya
Masihkan ada dia yang mengingatku
Dalam derap langkah yang memutarimu
Bukan dalam sepi
Tapi dalam jutaan lelah fikir yang berkelebat disudut - sudut otak
Tatkala tumpukan sampah masalah menjejali ruang dan waktu
Wahai matahari
Masihkah ada dia yang menjadikanku api yang kobarkan semangat dan gelora
Tatkala adaku tak mengusik lembar lembar hidup
Tatkala mengenangku memberinya ruang tak berbatas
Wahai senja
Masihkah ada dia yang hangat senyumnya persembahkan untukku
Malam ribuan tawa yang diberai kepelosok semestamu
Tatkala kenangan tentangku mampu melenyapkan letih yang menusuk relung hati
Wahai malam
Adakah dia di ujung sana yang adaku tentramkan tutup waktu
Tatkala dering suaraku lepaskan diri dari penat
Tatkala memimpikanku lelapkan tidurnya dalam kelumit senyum damai
Hingga sang mentari menjemput dipagi hari
Masihkah ada dia yang merindukanku
Dalam laju waktu yang mengalir mengalun lembut
Tatkala kelopak mata menyapa isi dunia
Bukan dalam senyap malam
Tapi dalam hiruk pikuk riuh celoteh embun pagi
Wahai sang surya
Masihkan ada dia yang mengingatku
Dalam derap langkah yang memutarimu
Bukan dalam sepi
Tapi dalam jutaan lelah fikir yang berkelebat disudut - sudut otak
Tatkala tumpukan sampah masalah menjejali ruang dan waktu
Wahai matahari
Masihkah ada dia yang menjadikanku api yang kobarkan semangat dan gelora
Tatkala adaku tak mengusik lembar lembar hidup
Tatkala mengenangku memberinya ruang tak berbatas
Wahai senja
Masihkah ada dia yang hangat senyumnya persembahkan untukku
Malam ribuan tawa yang diberai kepelosok semestamu
Tatkala kenangan tentangku mampu melenyapkan letih yang menusuk relung hati
Wahai malam
Adakah dia di ujung sana yang adaku tentramkan tutup waktu
Tatkala dering suaraku lepaskan diri dari penat
Tatkala memimpikanku lelapkan tidurnya dalam kelumit senyum damai
Hingga sang mentari menjemput dipagi hari
Langganan:
Postingan (Atom)